Selicin Iklan Sabun

Standard

Gara-gara orang ‘pojokan’ yang hobby banget baca Blog-nya Makarena, dan terheboh-heboh melihat namanya, namaku dan nama rekan kami dikutip tanpa proper informed consent sebelumnya, aku jadi kepikiran buat meng-update blog-ku. Kebetulan juga kemaren pas lagi bete-betenya memikirkan masa depan yang tak kunjung menapak, aku jadi tambah bete mencermati iklan salah satu sabun wangi yang cuma biasa kena kulit bintang film.

Jadi, terinspirasi ama Blog-nya Mami Makarena yang isinya mempertanyakan apakah beliau cukup perempuan(http://makarena.blogs.friendster.com), dan iklan asal mewah sabun tadi, gue mulai mempertanyakan sebegitukah definisi keberadaaan perempuan di negeri ini, di budaya ini, di masa ini?

Iklan itu sabun bersangkutan sendiri sudah acap kali seliweran di TV, dan seperti biasa di waktuku yang lebih sedikit dari waktu abisnya sabun mandiku dalam hal menyaksikan tayangan kotak satu itu, iklan itu biasanya lewat saja tanpa kena analisa dan kritik hemisfer feminisku.

Iklannya bercerita tentang kisah serumpun perempuan. Scene pertama mengisahkan seorang perempuan yang kesulitan menyusun alat elektronik yang baru dibelinya, lalu muncullah jingle iklan yang jadi trademark sabun bersangkutan, ” seandainya semua lebih mudah..” dan eng ing eng, muncullah¬† di kotak barang elektronik itu teknisi ganteng yang siap merakit alat elektronik tadi. Scene kedua menyajikan pemandangan vending machine yang unik dimana alih-alih menjajakan makanan atau minuman kaleng, mesin itu bisa untuk membeli sepatu secara kilat, …” seandainya semua lebih mudah, akan lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang menyenangkan”….

Oh lala, protes pertama, kenapa ada kesan wanita cuma mau mudahnya saja. Oh lali, sama sekali keberatan dengan … akan lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang menyenangkan… membeli sepatu dari vending machine menyenangkan? Apa enaknya beli sepatu dari Vending machine, la kalau sepatunya nga enak kan nga bisa dibalikin ke dalam mesin?

Gue rasanya ingin teriak ama tukang iklan yang ngonsep itu iklan(apa sih istilahnya Tan? Gue kok lupa, underwriter?), Shoeplis deh, banyak hal menyenangkan yang bisa dilakuin wanita selain beli sepatu dari vending machine sambil pake baju karnaval. Plis deh, banyak cewe yang nga segagap teknologi kayak perempuan di scene satu. Buat gue kok iklannya rada memojokkan wanita, kesannya yang di pikiran cewe menyenangkan kok hal2 festive kayak gitu ya?Cewe kesannya gaptek banget seh?

Seandainya iklan tadi bisa bercerita lebih smart. Misalnya gara2 pake sabun wangi mandi, pikiran jadi lebih clear, dan gadis cantik di scene satu bisa lebih cepat membaca buku manualnya, dan dengan cepat jadi lebih cepat menyusun alat elektroniknya.

Seandainya wanita-wanita cantik di depan vending machine itu karena kulitnya yang sehat, nga garuk2 gatal karena panu, jadi bisa ke vending machine dan membeli instead of sepatu yang cuma bisa dipakai model, bisa beli sesuatu/ atau bahkan bikin inovasi vending machine model baru yang lebih banyak digunakan orang normal dan mensharenya ke orang yang sehari2 boro2 pake sepatu ke sekolah, mandi pake sabun aja jarang kali…

Seandainya itu terjadi, kali aja iklan itu bukan iklan sabun tapi iklan layanan masyarakat kali ya, tapi bukannya lebih baik kalau iklan bisa ikut meng-educate masyarakat?

Sekian kritik dari hemisfer feminis. Gue terus mendambakan kapan pendidikan jadi raja di negara ini, dari dulu yang dikedepankan ekonomi terus, sampe orak arik kabinet cuma ekonom-nya doang yang diganti, tapi pendidikan dan kesehatan yang bisa jadi investasi abadi kayaknya dinomor-duain ya (tambahan issue yang bikin gue rada beteh).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s