Hari Lalu Kulihat Punggungnya…

Standard

Hari itu kulihat punggungnya….. lagi, sejak ribuan bulan dan mendung berlalu.

Hari itu aku lihat punggungnya dan proyektor retina memutar kisah lama, saat ia menceritakan padaku tentang langit dan awan-awan empuk yang ada di antaranya.

Berdengung telingaku mendengar ceritanya kembali, soal pelangi yang kadang-kadang muncul setelah guntur, membuatku tak lagi takut bermimpi dan terbang ke atas angin.

Ingin kulangkah kaki agar tak cuma punggung yang kulihat, ingin kutegur sapa, hanya untuk bertukar mimpi.

Tapi aku terlalu takut…. Aku takut dia berbalik, dan dia kembali menceritakan mengenai pentingnya membumi.

Aku takut menghadapi sang wajah yang sudah meninggalkan mimpinya dan pergi menghadapi dunia nyata.

Jadi biarlah punggung, aku menatapmu dari kejauhan, dan menikmati mimpi2mu yang hidup abadi dalam benakku.

Biarkan aku menjalani mimpimu dan menunggumu diantara langit…                              

Advertisements

2 thoughts on “Hari Lalu Kulihat Punggungnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s