Sumuk Kabeh !

Standard

Blogging1_1
Semua orang lagi demam menggunakan istilah keren : GLOBAL WARMING! Istilah yang lagi Hip sekarang. Jawaban dari semua pertanyaan mengenai fenomena alam yang ngga bisa dijelaskan oleh manusia modern. Banjir? Global Warming! Angin Topan? Global Warming! Banyak Nyamuk? Global Warming! Sering Pusing? Global Warming! Kenapa si Goldie anjingku suka menggaruk-garuk pintu kamar kalau malam? Global Warming!

Lho kok? Yaaa…. Jolie dan Goldie, dua anjingku itu, sekarang pakai gerakan ngga mau tidur selain di depan kipas angin (busyet…). Pokoke kalau malam belum dipasang tuh kipas angin, pasti si Goldie sibuk mencakar-cakar pintu kamar, minta dipasangin kipas angin (Lhaaa…), dan pagi-pagi kedua anjing itu ditemukan di depan kipas angin: Goldie dengan posisi perut menghadap kipas, Jolie lengkap memeluk selimutnya – sebenarnya piaraan-piaraan gue itu anjing bukan sih?Global Warming!

 

Entah sebenarnya apa semua orang mengerti apa artinya Global Warming?

Yang jelas sejak Al Gore main di film paling horror yang pernah dibuat (The Inconvinient Truth – what a persuasive presentation!), orang jadi aware, bahwa bumi udah berubah, udah mau kiamat, dan semua orang harus bergerak menyelamatkan bumi dan tentu menyelamatkan manusia(diri sendiri) dong ! Kayaknya keputusan menyelamatkan diri sendiri ini yang lebih bikin banyak orang bergerak – hiks, sedih ya. Kegiatan cinta lingkungan jadi banyak, pemerintah negara-negara maju yang dianggap paling banyak menyumbang emisi CO2 bikin undang-undang penyelamatan bumi, gerakan global hemat energi dan tema bisnis jadi bertema Green Movement……. walau kadang agak sedikit dikomersialisasi sebenarnya.


 

Dan gue? Ikutan dong. Gue coba ngerubah tingkah gue sendiri. Satu hal yang sekarang rutin gue lakukan adalah mencabut steker listrik monitor dan printer gue setiap pulang kantor, sedapat mungkin matiin alat-alat yang ngga perlu. Pokoknya apa aja deh yang gue baca bisa ngurangin emisi karbon di kantor dan di rumah. Gue ngga pusing mikirin orang lain ngelakuin apa ngga tindakan penyelamatan bumi, soalnya berdasarkan pengalaman gue teriak-teriak di Indonesia itu lebih banyak capenya (liat aja orang demo). Yang kurang adalah orang-orang yang setia ama idealismenya, ngga banyak omong ngomelin pemerintah, tapi langsung terjun dan berbuat, dan pada akhirnya bisa jadi inspirasi orang lain buat ikut-ikutan.

 

Satu hal yang sampai saat ini belum bisa gue lakukan buat nolongin menjaga suhu bumi biar ngga makin naik lagi (katanya suhu bumi ngga boleh naik lebih dari 20C, tapi sekarang aja udah naik 0.70 C dalam beberapa tahun terakhir) adalah MENGURANGI PEMAKAIAN MOBIL PRIBADI. Walau weekend gue jarang keluar (lebih karena alasan penghematan – ada bagusnya juga BBM naik), tapi kalau hari-hari gue mesti ke kantor pake kendaraan umum, hemmmm, engga deh….

 

Bukan apa-apa, gue sebenarnya ngga keberatan banget naik kendaraan umum. Kalau di Singapore, gue seneng banget naik MRT kemana-mana, bahkan dari airport ke hotel sambil nenteng-nenteng koper, tapi kalau di Jakarta, males booo. Ngga nyaman dan Ngga aman, itu sebabnya. Entah kenapa kendaraan umum sekelas busway pun tetap jadi ngga nyaman, penuh terus, desek2an, sampai kantor udah lecek, gimana mau kerja? Naik bus dan mikrolet, gue BT ama tingkah supir-supirnya yang menganggap kita ikan sarden, dipepet setengah mati, dan PADAHAL BAYAR ! Belum lagi mesti mikirin gimana caranya mengatasi tukang copet dan tukang todong.

 

Bike to work? Gue ngga bisa naek sepeda ! Tapi gue salut sih ama Bike to Work movement yang kayaknya tutup kuping kanan-kiri, ngga peduli orang bilang ngga mungkin naik sepeda di Jakarta, takut keserempet, debu, kurang oksigen, rentan kejahatan dan lain-lain. Gue yakin someday mereka bakal berhasil dan bakal banyak orang yang niru mereka, dan someday karena banyak orang naik sepeda, pemerintah akhirnya nyadar untuk membangun jalur sepeda di jalan-jalan.

 

Tapi kalau dipikir-pikir, mungkin gue harus meniru gerakan Bike to Work ini kalau emang gue peduli dengan lingkungan. Berhubung gue tidak bisa naik sepeda, kali aja untuk gue bentuknya adalah menggalakkan acara pulang bergerombol dari kantor pake kendaraan umum, terutama buat yang bawa laptop, jadi kalau di bus atau di metromini yang sudah terkenal banyak geng copetnya, kita bisa nyaingin geng tersebut (dari segi jumlah) dan menghentikan peristiwa copet, todong, dll. Bisa ngga ya? Tapi kalau pulang jam-nya beda-beda? Belum lagi bos-bos yang ngga kenal istilah work-life balance dan maksa orang pada lembur ampe pagi lagi. Bagaimana mau pulang bareng ?

 

Inti dari semua itu, kayaknya ngatasin masalah Global Warming itu ngga bisa sendiri. Kudu bareng-bareng. Kalau setiap orang merubah persepsi dan gaya hidupnya aja biar lebih cinta lingkungan, pasti upaya ini ngga terlalu sulit dilakukan. Masalahnya untuk berubah kadang kita perlu bantuan dari orang-orang yang punya kuasa, soalnya kadang-kadang hidup kita bergantung pada elemen-elemen yang ngga bisa kita ubah sendirian.

 

Dan walau di alinea atas tadi gue udah bilang percuma teriak-teriak ke Pemerintah, tapi kayaknya kalau dari pemerintah ngga ada inisiasi buat melindungi kepentingan rakyat, ya susah deh. Gue kadang bingung pemerintah kita tuh kerjanya ngapain aja sih? Kadang mereka terlalu detail masuk ke kehidupan pribadi orang. Padahal menurut gue, sebagai pemerintah yang penting tuh nyediain suasana aman, nyaman, sehingga rakyatnya bisa kreativitas bebas, dan ini yang penting nih : kalau udah punya ide kreatif, difasilitasi dan dikonservasi sejak awal tanpa alasan politis. Kayaknya udah banyak ide-ide kreatif putra Indonesia yang terpaksa diaborsi di tengah jalan karena ngga punya duit buat ngelanjutin risetnya.


 

Jadi sumuk? Panas? Gue berharap makin banyak orang yang kepanasan, makin banyak orang yang keluar dari ruangan ber-AC-nya masing-masing, dan menikmati udara Jakarta saat makan siang yang panasnya bisa buat manasin makanan (daripada pake microwave), sehingga tiap orang terus mikir buat ngubah lifestylenya dan secara tidak langsung ngerubah juga lifestyle orang-orang di sekelilingnya.

 

Bisa ngga ya? Auk ah GLOBAL WARMING !!

Advertisements

2 thoughts on “Sumuk Kabeh !

  1. Vica

    Skrg ga masalah dong loe naek public transport. Nyamaaan…
    Tp jgn mentang2 skrg kedinginan, pasang verwarming paling pol udah kyk sauna. (pengalaman pribadi serumah ama org dr southern hemisphere). Apa gunanya sweater n dekbed hehehee….
    Jg selamat repot milah2 sampah lagi yeee….

    Like

  2. G

    Believe it or not Vic, it is not ! Public Transport mungkin nyaman, tapi kalau tinggalnya jauh kayak gue, naek bus 45 menit ke kantor, BT juga. Itu koran Metro ama Spits udah abis kebaca separo jalan. Apalagi bus sering telat. Tambah lagi NS suka ngawur sekarang, kemarin aja tabrakan ama Thalys ! Vertraging ngga ketulungan. Milah sampah? hehehe ngga tuh di rumah gue, hahaha……. Verwarming? Gue ngga kedinginan sih, 5 derajat aja gue masih bisa pake jaket tipis,kebanyakan lemak kali yeeee……..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s