Makanan cinta Lingkungan

Standard

Bloggingbanner_1Kemarin temen gue yang terkenal suka forward email dan pecinta lingkungan, tumben-tumbenan kasih Forward-an yang Berguna banget (hehehe…..sorry Dyl !). Isinya adalah e-handbook mengenai Pemanasan Global yang disusun oleh Agus dan Rudy (hiduplebihmulia.wordpress.com) berdasarkan berbagai sumber. Didalamnya ada 50 tips bagaimana mengurangi muatan C02 dengan mengubah pola hidup masing-masing (Ngga usah jauh-jauh mikirin yang lain). Cocok dah dengan konsep gue mengatasi Global Warming (see:http://knuffeltje.blogs.friendster.com/knuffeltje/2008/07/sumuk_kabeh_.html ) .

Topik pertama yang dibahas adalah bagaimana menyiasati gaya makan dan minum kita agar mengurangi karbon, di dalamnya ada 11 tips. Seperti biasa sebagai Miss Comment (dan ditengah gue lagi ngerasa BT abis ama profesi gue ini….), ini komentarku buat tips2nya :

1. Kurangi konsumsi daging—bervegetarian adalah yang terbaik! Katanya peternakan juga penyumbang 18% “jejak karbon” dunia, yang mana lebih besar dari sektor transportasi (mobil, motor,pesawat, dll). Dan ini kalimat yang bikin gue rada-rada naikin alis 2 mm : ” yang pasti banyak manfaat kesehatan dan spiritual dari bervegetarian. Anda akan menjadi lebih sehat dan pengasih.” Ehm, bukannya ngga percaya sih, cuma ngga ada bukti konkritnya… apa daging itu meningkatkan neurotransmitter atau meningkatkan adrenalin jadi orangnya lebih emosional atau bagaimana? Yang jelas gue setuju kalau ngurangin konsumsi daging, secara makanan favorit gue tahu, tempe ama sayur asem ! Tapi kalau bervegetarian? Hemmm, ngga perlu kali ya seekstrim itu. Lagian kalau emang perternakan nyumbang karbon sedemikian banyak, kenapa ngga diciptakan teknologi yang bisa nurunin karbon dari peternakan? Gue bingung juga, sebenarnya dari sektor apanya sih yang bikin karbon banyak begitu? Lalu bagaimana dengan daur ulang pupuk dari hewan atau gas metan dari kompos, bukannya suatu bentuk cinta lingkungan juga? Makan vegetarian sih boleh aja, tapi kan tubuh masih butuh protein dalam jumlah banyak, apalagi kalau yang masih masa pertumbuhan. Jadi OK, kurangin konsumsi daging, yang vegetarian? Sementara sapinya dulu deh……..

2. Makan dan masaklah dari bahan yang masih segar karena makanan olahan butuh energi lebih banyak. Hemmm, ini pernah jadi perdebatan antara gue dan Dr.Tan, senior gue yang pecinta makanan alami. Gue sebenernya cuma mau kasih rasionalisasi aja, ngga segampang itu kita bisa tiap kali makan dan masak dari bahan yang masih segar, pertama karena bahan-bahan di Jakarta jarang yang masih segar. Kedua gue cuma liat dari kacamata masyarakat modern, kalo ibunya kerja, pulang udah malam, kudu masak dan mengolah makanan dari bahan segar, walah… repot pisan ! Mesti ada kulkas besar deh biar si ibu bisa nyiapin makanan di tupperware terus ditaro di lemari es, jadi pulang tinggal dioseng (laaa jadi konsumsi listrik dan plastik deh). Jadi, hemmm, menurut gue ini tips yang bagus, bisa diikutin, tapi mungkin ngga tiap hari… Mungkin perlu suatu saat nanti di tiap label produk olahan ada keterangan berapa CO2 yang terbuang untuk mengolah suatu makanan, jadi orang yang mau beli bisa itung2 sendiri, gue udah nyumbang C02 berapa banyak, apa perlu gue beli produk ini lagi?

3. Beli produk lokal, hasil pertanian Lokalnya ditekankan, soalnya kalo dari luar daerah nambah2 emisi karbon dari transport katanya… hemmmm orang Jakarta gimana? Lagian emang kalo di pasar gimana taunya itu produk lokal apa inter-lokal?(Jawaban jayus.. liat aja entar kalo tagihan telkom-nya udah keluar…)

4. Daur ulang aluminium, plastik,dan kertas. Akuuur……. Tapi apa hubungannya ama makanan?

5. Beli dalam kemasan besar. Karena menghemat sumber daya untuk kemasan. Susahnya sekarang orang pada berlomba-lomba nyediain paket kecil, soalnya daya beli masyarakat juga menurun, jadi ngga sanggup gitu lo beli paket besar. Tapi yang bagus dari tips ini dia juga nawarin konsep belanja bareng, jadi beli satu barang, dishare ama keluarga/teman terdekat. Bagus, asal jangan nanti malah memicu konflik keluarga lagi karena ngga suka merk kancut tertentu. Tapi… yang laku hypermarket dong?

6. Matikan oven Anda beberapa menit sebelum waktunya…. Hanya berlaku untuk yang punya Oven…….

7. Hindari fast food, karena fast food menghasilkan banyak sampah. Wah ini pasti tips favorit bos gue ! Tapi berkat dia, gue udah kurang banget konsumsi Fast Food! Itu baru tindakan yang merubah orang laen! Mestinya tips ini juga diingat ama orang2 yang suka bikin meeting dan ngasih rejeki makan siang berupa Fast Food, ya kadang-kadang kan susah nolak rejeki, hehehehe………..Tapi akur banget ama tips yang satu ini.

8. Bawa tas yang bisa dipakai ulang. Setuju banget !

9. Gunakan gelas yang bisa dicuci. Walau agak repot ya, terutama yang males nyuci kayak gue, hahaha………..Akur, akur.

10. Berbelanjalah di lingkungan sekitar Anda. Lagi-lagi alasannya karena masalah transport. Sebenernya kalau ada e-shopping, mungkin ibu2 ngga perlu terlalu repot, Cuma kayaknya kadang excitement tawar-menawar sayur ama abang-abang di pasar, atau milih2 barang, berantem ama kasir (hehehe..) tuh hilang kalau semua pake belanja online. Dulu waktu gue kecil banyak tukang sayur, sekarang kayaknya makin jarang sejak ada hipermarket, padahal coba kalau lebih banyak tukang sayur (yang pake tenaga hemat lingkungan alias gerobak dorong dan bukan pake mobil), dan tentu dengan mutu barang yang bisa dipertanggungjawabkan kali lebih menyenangkan belanja di dekat rumah.

11. Tanam pohon setiap ada kesempatan. Pasti ini tips favorit nyokap yang gila tanaman ! Setuju banget deh. Bahkan kalau bisa kayak Jamie Olivier, ngga punya kebun, pot bumbu di depan jendela pun jadi ! Nah, makin cinta lingkungan kan !

Ya, segitu aja tips mengenai makanan-minumannya, kurang nyambung ya ama subyeknya (makanan-minuman). Kebanyakan makanannya? Minumnya? Apapun makanannya minumnya… Teh Botol, hehehe.

Sebenernya intinya sih, kalau gue liat jangan konsumsi barang yang dalam proses produksi dan distribusinya meningkatkan karbon di udara, jadi kalau tips dari gue adalah :

1. Ke pasar pakelah Kaki sendiri atau kaki tukang becak, jangan naik ojek motor karena meningkatkan produksi karbon dari BBM. Kecuali tentu pake kaki Ojek sepeda.

2.Kemana-mana bawalah piring, gelas dan sendok sendiri yang bisa dicuci, jadi mengurangi pemakaian steroform.(entar dicariin emak di rumah…… Grace.. Sendok pada kemana ini???)

3.Sedapat mungkin kurangin minum teh manis dingin atau teh botol dingin, atau makan es krim, kan proses pendinginannya butuh energi lebih banyak… hiks… susah neeeh. Kalau bisa minum air putih aja, soalnya kalau minum teh anget kan juga pake energi kompor…. Ya Diare dong !

4. Berbagi dengan teman, maksudnya rajin-rajinlah minta makanan atau nebeng makan, lumayan kan mengurangi sumbangan karbon kita pada bumi, kan yang bikin karbon temen kita itu, hihihihi………Bisa juga kalo belanja bulanan nitip, ngga usah ke pasar sendiri… asal abis itu jangan lupa bayar !

5. Hindari Fast Food kecuali makanan padang……

6. Gunakan karung goni untuk membuat tas daur ulang. Beri tulisan LV atau C di depannya, biar keliatannya merk internasional gitu looo…..

7. Beli bibit tanaman dan sebarkan setiap ada kesempatan, ingat lo bibit TANAMAN, bukan yang lainnya. Dulu temen gue Citra pernah bikin ide Inovatif. Kenang-kenangan perkawinannya adalah bibit tanaman. Boleh banget tuh ditiru setiap pengantin, daripada ngasih tempelan kulkas, kan berarti orang yang dapat kenang-kenangan itu harus beli kulkas, berarti… hasilin karbon lagi kan?

8. Perbanyak makan gado-gado, ketoprak dan karedok

9. Puasa Senin-Kamis

10. Selalu tanyakan kalau ke restoran : Mbak, makanan dan minumannya ada yang re-fill? Saya pesen yang itu aja deh. Rasionalisasinya sih, kalau makanan dan minuman refill kan pasti dibeli dalam jumlah besar dan pasti pembuatannya juga sekali saja, nah mengurangi produksi karbon yang dibutuhkan kalau pembelian kecil dan pembuatan berulang kan? Sebenernya sih ini pelit apa cinta lingkungan sih?

Sekian tips ala GW. Besok aku sambung lagi dengan tips dari Kantor dan Rumah…….

Advertisements

4 thoughts on “Makanan cinta Lingkungan

  1. clairephua

    Hallo knuffeltje. I’m from Malaysia. Just to to tell you the truth that being vegetarian can truly save yourself, save others & save our loving planet, Earth from global warming. Because being vegetarian, we can create peace, compassion & heaven on Earth. Once we save life be it humans or animals, our life will be spare.

    Disaster that happening in this world is due to human unkindness to the co-inhabitants (especially animals) & environment. Animals are sent by God to be our freinds, helper & to cheers our days. They are not for killing or for food consumption. They are actually angel in disguise. Human actualy needs animals. Animal does not need human. By nature, they can survive themselves. They are here for some purposes either for ecology reason, to assist mankind from difficulties & soothing our life. They can see things that human eye can’t see example tsunami, any disasters, ghost & etc. Because of their simple nature, they can easily contact God anytime they want. But Human can’t do that easily. Animal also know when they will die or someone is going to kill them earlier. So they are great animal & should be protected or leave them alone.

    Being vegetarian is a compasionate way of living, can lessen karma & create good karma. Thats the miracle of being a vegetarian.

    Be Veg! Go Green!
    Save Our Lovely Planet
    http://www.SupremeMasterTV.com
    http://www.veg4planet.blogspot.com

    Like

  2. G

    Well Claire,

    Thanks for visiting my blog. Well, anyway, being Veggie is good for you, but certainly not for me. I hope Veggie and Omnivore can respect each other.

    I am not against the Vegetarian, I am just saying that the person who claimed my 1st statement don’t have scientific, or observational proves of that being vegetarian you have create Peace, becoming more spiritual,etc. So, you can not claim things that can not be proven…….

    Well, at least in my Bible, God create everything for us to be enjoyed (sorry, I don’t know the more appropriate word). In Biology we learned about circle of food, and we have to preserve the ecosystem, if no one eat the animal, I believe we will have another problem. Every living-being have to die somehow.

    Again, if you say, Go green, but then you eat more Veggie? A little bit contradiction. Beside, if you love environment and peace, why eat Veggie? They also a living-being. There is scientific evidence that the plants also responds to music, so… we should eat nothing than !

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s