Terapi induksi DE-MO-GOaKsi

Standard

Bukan, saya di sini bukan mau berdiskusi soal justifikasi AKSI SOLIDARITAS yang akhir-akhir ini ramai didengungkan. Bukan juga justifikasi  kenapa seharusnya dokter TIDAK mogok.

Postingan ini adalah tawaran pelukan hangat (mungkin) di tengah kebingungan teman-teman yang galau dan dalam waktu kurang dari 24 jam ini pasti kepalanya dipenuhi dengan pertanyaan : Haruskah aku ikut mogok? Himbauan (IDI) mana yang harus diikuti?

Saya pribadi mendukung aksi ini, kenapa? Karena saya geram ! Saya geram karena ada kesalahan sistem (peradilan) yang dirancukan dengan ‘tuntutan akuntabilitas dokter’. Saya geram karena profesi saya dijadikan kambing hitam proses pencitraan (sama dengan kasus sadap-menyadap). Saya geram karena isu yang sebenernya mengenai kasus Manado banyak dikaburkan di media massa. Saya geram karena lagi-lagi dokter didaulat menanggung kesalahan sistem kesehatan sendirian! Saya geram karena banyak orang tidak bisa melihat hal mendasar apa yang sampai membuat dokter se-Indonesia kompak GERAM !

Mungkin saya terlalu reaktif. Mungkin amarah menutup objektifitas. Mungkin sebenarnya saya sendiri punya kekuatiran tersembunyi bahwa aksi ini dapat jadi bumerang yang semakin mengerus kepercayaan akan dokter Indonesia (oleh orang Indonesia) sendiri. Saya mencoba mengobati kekhawatiran dengan jalan yang paling saya tau : jurnal ilmiah. Hasilnya malah bikin saya tambah gamang, kebanyakan artikel menyatakan mogok dokter lebih banyak mudarat daripada manfaat.

Saya baca lagi postingan teman-teman dan tiba-tiba saya tenang. Apa yang akan dilakukan rekan-rekan tanggal 27 November itu adalah AKSI SOLIDARITAS. AKSI ! Yang didengungkan teman-teman adalah solidaritas saat ketidakadilan yang menimpa Ayu,dkk dijadikan isu politik dan pencitraan lembaga yang bermasalah.

Sadar atau tidak, kita semua gerah dengan morat-maritnya sistem kesehatan di Indonesia. Sadar atau tidak, kita semua sadar bahwa untuk memperbaiki itu semua kita butuh : KEPASTIAN HUKUM ! Itu yang rasa harus jadi tuntutan utama dalam aksi kali ini. Kepastian hukum bukan hanya untuk Ayu,dkk, tapi untuk semua rakyat Indonesia, supaya kita semua bisa tenang menjalankan hidup sehari-hari.

Kalau ada yang bertanya, kenapa harus dokter yang turun tangan menuntut hal ini? Jawab saya, yang perlu ditanya : Kenapa SAMPAI dokter harus turun dan menuntut hal ini ? Kalau sampai ada profesi secara kompak menuntut sesuatu yang berada di luar ranahnya, maka sudah saatnya sadar, ada kesalahan total keseluruhan sistem.

Teman-teman sebagai dokter, kita selalu hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan. Kita tidak pernah bisa mengontrol hasil akhir apa yang terjadi pada pasien. Sama seperti demo ini, hasil akhirnya kita tidak mungkin tahu. Tapi sebagai dokter kita harus berupaya maksimal dan fokus pada kualitas hidup optimal pasien kita, Ny.Pertiwi. Oleh karena itu saya berharap aksi kali ini bisa menjadi terapi induksi dan bukan terapi paliatif , bukan juga terapi kemoterapi sistemik.

Aksi ini hanya awal, dan harus diikuti oleh aksi-aksi lainnya yang tujuannya jelas : MEMPERBAIKI SISTEM KESEHATAN ! Aksi ini hanya upaya mengugah masyarakat, mencegah berbagai kalangan sebelum mereka yang apatis berubah somnolen, sopor, koma lalu mati.

Saya juga berharap teman-teman berhati-hati, jangan sampai dalam aksi ini kita ditunggangi kepentingan-kepentingan pihak yang ingin berpolitik praktis. Tetaplah tertib, tunjukkan bahwa aksi ini berbeda,aksi ini bukan upaya pembenaran, aksi ini upaya minta keadilan, tanpa harus mengorbankan pasien.

Selamat berkumpul, selamat bertafakur dan selamat berdoa kawan-kawan. Jangan lupa, pikirkan aksi berikutnya.Aksi kali ini mungkin perlu reaktif dan destruktif, jadi aksi berikutnya harus sifatnya kreatif dan menyenangkan.

Saya dukung dengan memakai atribut pita hitam dan otak yang terus memikirkan apa langkah selanjutnya.

Peluk hangat dari kota Boston yang membeku,

Grace Wangge

Note : 1. Lihat juga  pembahasan Setiadi(Rabbit’95)  di ” Anda Bertanya, Dokter Mogok Menjawab”
http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/11/26/anda-bertanya-dokter-mogok-menjawab-611459.html
2. Buat rekan-rekan yang tidak mendukung aksi ini, tentu tidak masalah, saya yakin kalian telah memikirkan terapi induksi terbaik versi kalian. Silahkan diwujudkan dalam aksi berikutnya.

Disclaimer : Saya benci s(h)i(t)netron dan kebanyakan nonton serial amerika seperti ‘House of Cards’ dan “Scandal” … serial-serial itu membuat saya belajar melihat kejadian dari sudut pandang yang lebih luas, termasuk dalam melihat kasus Ayu, dkk.

Advertisements

2 thoughts on “Terapi induksi DE-MO-GOaKsi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s